Rabu, 20 Februari 2008

PENCIPTAAN TATA SURYA



Tata Surya (Solar System) merupakan salah satu bagian dari Galaksi Bima Sakti (Milky way). Sistem peredaran planet-planet terhadap matahari ini tercipta sejak dahulu kala. Para pakar astronomi mempunyai beberapa pendapat yang berbeda-beda mengenai terciptanya Tata Surya. Akan dibahas penciptaan Tata Surya yang cukup familiar dinatara kita, diantaranya yaitu:

1. Teori Big Bang (Dentuman Besar)
Menurut para ahli, teori ini yang banyak dipercaya yang paling mungkin terjadi bagi terciptanya Tata Surya kita. Big Bang atau dentuman besar merupakan sebuah teori dimana tata surya kita terbentuk karena ledakan sebuah bintang yang bersifat kontruktif bukan destruktif. maksudnya konstruktif yaitu bintang yang meledak menghasilkan bongkahan yang besar dan kecil-kecil. Selanjutnya, bongkahan besar itu lama-kelamaan tersusun menjadi matahari sedangkan bongkahan kecil yang berevolusi terhadap matahari sebagai planet-planet dan benda angkasa lainnya. Masing-masing planet mempunyai garis edar sendiri-sendiri terhadap matahari.

2. Teori Bintang Kembar
Teori bintang kembar menjelaskan kepada kita bahwa sebelumnya terdapat dua bintang. Dimana salah satu bintang tersebut meledak membentuk planet-planet dan yang bintang besar menjadi pusatnya yang selanjutnya menjadi matahari. Dimana setiap planet-planet baru yang tersusun tersebut mengitari matahari (bintang besar) pada lintasan orbitnya masing-masing.

3. Teori Kabut Nebula
Menurut teori nebula, sebelumnya tata surya kita terbentuk dari debu-debu angkasa yang memilin (berputar pada porosnya). Perputaran ini mengakibatkan lama-kelamaan debu angkasa ini menggumpal dan mendingin. Saat berputar, bagian terluar dari pilinan ini terpental keluar yang selanjutnya mendingin dan membentuk planet-planet.
Dari ketiga teori penciptaan Tata Surya kita yang familiar bagi kita, terutama kaum pendidik dalam hal ini Guru dan peserta didik (siswa), sedikit banyak memberikan gambaran bagi kita bahwa alam semesta khususnya sistem tata surya kita tercipta dengan begitu agungnya. Sehingga hasil ciptaaNya ini dapat kita manfaatkan sebagai tempat tinggal seperti halnya Bumi. walaupun teori yang berkembang berbeda-beda, kita dapat mengambil hikmah dan sarinya, bahwa pemikiran manusia itu selalu berkembang.

Secercah torehan tinta By Syam
Buat temanku yang lagi butuh materi ini Anik Pkl

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Lebih sering lagi nulis Syam... Klo bisa tiap hari... kan internet gratis di UPI :)... Mr. Crack

Pendidikan Sains (Fisika SL) mengatakan...

OK semangatnya Mr Crack. Semoga aja tetep istiqomah nulis terus yang bermanfaat. tul gak? Ok, besok lebih sering lagi nulis kok. Syam

Dhe mengatakan...

makasih pak..

buat bahan belajar adek neh..
disuruh cariin gurunya

*lam kenal